Kau begitu dekat,
Seakan aku bisa mengelusi setiap lembar rambutmu
Mengusap pelipismu
Dengan ujung jemariku,
Sebelum titik gairah terbaca dari matamu
Kau begitu nyata,
Saat temaram lampu terbias di bibirmu,
Biru memulas indah senyummu,
Dan penuh ragu,
kujelajahi riak nafasmu
Tunggu aku, ujarmu
Sampai musim berganti
dan mentari sampai di ujung hari,
meredupkan baranya,
lalu membaginya pada kita
Aku pasti bersamamu, bisikmu
Mulutku diam tergugu,
Benakku berkelana menghasta waktu
Ah, kekasih
Adakah rasa dapat bertahan selama itu?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar