Selasa, 09 Agustus 2011

Jogja


Pada kehangatan malammu,
Pernah kugantungkan hasrat,
Akan api jingga,
Membakar gulungan rindu yang kutulis ratusan bulan,
Di punggung musim silih berganti.

Pada keindahan pagimu,
Pernah ingin kulukis,
Senyum pertama di ujung bibir,
Saat kelopak jendela terjaga,
Menghantarkan dengung geliatmu meninggalkan kelam.

Jogjaku….

Haruskah kini kudatang kembali,
Membawa torehan luka menganga,
Saat harum bunga kopi telah berlalu,
Dan kabut putih melayang hilang,
Dari relung hariku yang terajam.

Sanggupkah kususuri wajahmu,
Tanpa dua tangan bertautan,
Dua langkah berjajaran,
Membagi derai hujan terakhir,
Di musim yang tak berani kutaksir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar