Aku ingin mawar hitam, kataku
Seperti anggrek hitam,
Tulip hitam,
Dan mendung di langit,
Yang kini tengah mengatapi kita
Ah, mengapa demikian, tanyamu
Aku tak memilikinya,
Hanya merah dan jingga,
Itu juga karena terpaksa,
Karena kita sedang saling mencinta
Tapi aku menginginkannya, rengekku
Bukankah demikian seharusnya?
Merengek dan membuatmu gemas
Sehingga merasa sebal dan tak berdaya menghadapiku
Aku hanya punya mawar biru, desahmu
Itu juga karena aku menyimpannya dalam anganku
Siapa tahu suatu saat
Bertemu seseorang yang bisa membelenggu hatiku
Biru juga tak mengapa, ujarku
Sudah cukup mendekati hitam
Dan kalau aku sedikit lebih bijaksana
Dirikulah yang akan merantai hatimu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar