Selasa, 06 Desember 2011

Femme Fatale


Benda merah menyala itu terus berdering.
“Apalagi?”
“Segampang itu kau memutuskan cinta kita?”
Mulutnya mendesis tak sabar.
“Kau membutuhkan alasan yang logis dan aku memberikannya.”
“Ah, cinta tak memakai logika.”
Wajahnya menoleh sebentar, mata kirinya mengedip cepat.
“Dulu kau bilang perempuan terlalu memakai perasaan, setelah aku berubah logis kau mengeluh juga.”
“Yah, maksudku…”
Dipencetnya tombol merah. Percakapan terhenti.
Wajah di depannya mengembangkan senyum.
“Makan malam jam tujuh?”
“Yup. Di tempat biasa.”
Siana tersenyum. Lelaki itu mendaratkan ciuman di keningnya sebelum melambai pergi.



1 komentar:

  1. henponku warnanya merah hehehehe
    tapi tokoh di atas is not me (hallah) :))

    BalasHapus