Aku ingin bercerita padamu,
tentang pagi nan sunyi,
hanya berselubung bisikan angin,
menyelinap perlahan bagai pencuri,
menyelipkan diri di antara celah papan kayu rumahku
Aku ingin berkisah untukmu,
akan awan berarak,
seumpama gelombang rambutmu,
hitam legam membawa hujan,
jatuh ke pangkuanku berserak-serak
Aku berharap dapat berbisik,
dengan suara perlahan,
menyusuri kata-kata indah,
madah para pujangga,
sambil menatap matamu perlahan terpejam
Bila engkau mengijinkan,
aku ingin selalu menatapmu,
melampaui ruang dan waktu,
membalut darah di jantungmu,
dan membuatmu sentosa dalam dekap kalbuku
(Lalu tampak sepasang mata,
memandangi angin membentur kaca,
menunduk perlahan,
menekuni ribuan huruf,
saat kelam mulai bicara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar